.php lang="en"> PT Well Harvest Winning Alumina Refinery

Profil Perusahaan

PT Well Harvest Winning Alumina Refinery adalah perusahaan penanaman modal asing (PMA) dalam bentuk joint venture antara private company di bawah hukum negara Republik Indonesia dan private company di bawah hukum negara Republik Rakyat Tiongkok. Pemegang saham terdiri dari China Hongqiao Group Co. Ltd, PT Cita Mineral Investindo Tbk (Harita Group), Winning Investment (HK) Company Limited, dan Shandong Weiqiao Aluminium & Electricity (“WHW”), dengan nilai investasi USD 1,3 miliar, yang nilai realisasi hingga Desember 2020 telah mencapai USD 1,2 miliar.

Sebagai Perusahaan pertama di Indonesia dan terbesar di Asia Tenggara yang memproduksi Smelter Grade Alumina (SGA) saat ini dengan kapasitas 1 (satu) juta ton per tahun, dengan luas area lebih dari 1.000 hektar. Perusahaan memiliki sejumlah fasilitas penunjang pabrik berupa Pembangkit Listrik Tenaga Uap, terminal khusus kegiatan bongkar muat berstandar Internasional, dan komplek hunian karyawan berkapasitas ribuan orang yang berlokasi di Dusun Sungai Tengar, Desa Mekar Utama, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat (“Proyek”).

Pembangunan Proyek tahap pertama secara resmi dimulai pada Juli 2013 dan kegiatan produksi sepenuhnya dioperasikan pada Juni 2016. Pendirian WHW adalah peristiwa penting dalam sejarah perkembangan ekonomi dan perdagangan antara kedua negara yakni Republik Rakyat Tiongkok dan Republik Indonesia, yang merupakan hasil kerjasama para pemegang saham WHW dari kedua negara dengan prinsip yang saling menguntungkan. Pada tahun 2020, total kapasitas produksi SGA mencapai 1 juta ton dengan hasil penjualan USD 290 juta.

Keberadaan WHW, selain berkontribusi positif pada sektor ekonomi negara, juga pada pengembangan ekonomi lokal di Kalimantan Barat, dengan memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar. Penyerapan tenaga kerja dengan keberadaan WHW jumlahnya tidak sedikit. Hingga Februari 2021, Perusahaan telah memberdayakan tenaga kerja lebih dari 3.050 orang, dimana 2.526 orang atau sekitar 80% dari total karyawan berasal dari Kalimantan Barat.

Dengan ragam kontribusi yang sangat positif tersebut, maka WHW telah mendapatkan perhatian besar dari Pemerintah kedua negara dan merupakan salah satu "Proyek Strategis Nasional" sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia.

Hal tersebut secara simbolis diberikan ke WHW saat kunjungan Presiden Republik Rakyat Tiongkok Bapak Xi Jinping dan Presiden Republik Indonesia Bapak Susilo Bambang Yudhoyono menjadi saksi seremonial acara penandatanganan proyek kerjasama tersebut pada 3 Oktober 2013.

Dengan memiliki visi menjadi perusahaan produsen SGA dengan standar operasi kelas dunia, WHW yakin akan memberikan nilai tambah bagi Indonesia dengan bisnis yang panjang dan berkelanjutan, mengembangkan sumber daya lokal yang berkompetensi tinggi, mengutamakan keselamatan pekerja, lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Hal tersebut sesuai dengan upaya dan mendukung konsep hilirisasi yang diamanatkan Pemerintah Indonesia melalui Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral dan Batubara sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan Undang – Undang Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

Company Profile Video